Senin, 10 Oktober 2016

MANAJEMEN KUALITAS

Manajemen Proyek dan Resiko

Manajemen Kualitas

Kelompok 8 | 3KB02
Anggraini Indah Sani
Fitri Novita Yani
Nur Indra
Raden Wahyu


1.       Pengertian Kualitas
The International Organization for Standardization (ISO) mendefinisikan kualitas sebagai “gelar untuk satu set karakteristik yang memenuhi persyaratan” (ISO9000: 2000). Ahli lain mendefinisikan kualitas berdasarkan:
·         Conformance to requirements : proses proyek dan produk memenuhi spesifikasi tertulis.
·         Fitness for use : suatu produk dapat digunakan seperti yang dimaksudkan.

2.       Proses Quality Management
   Project Quality Management adalah proses yang dilakukan, untuk  menjamin proyek dapat memenuhi kebutuhan yang telah disepakati, melalui aturan-aturan mengenai kualitas, prosedur ataupun guidelines. Merupakan semua aktivitas yang dilakukan oleh organisasi proyek untuk memberikan jaminan tentang kabijakan kualitas, tujuan dan tanggung jawab dari pelaksanaan proyek agar proyek dapat memenuhi kebutuhan yang sudah disepakati.
    Kualitas yang dimaksud disini biasanya memiliki hubungan keterkaitan yang sangat erat dengan sejumlah standar internasional, seperti contohnya ISO sebagai panduan sistem manajemen mutu (misalnya dalam pembuatan aplikasi diperhatikan kaidah buku software engineering yang memenuhi software quality assurance).
   Kesepakatan ini dapat terukur melalui parameter conformance to requirements (proses dan produk proyek memenuhi spesifikasi) dan fitness for use (produk dapat digunakan sesuai maksud dan tujuannya). Proses ini berinteraksi satu sama lain serta berinteraksi dengan proses di bidang pengetahuan lain. Setiap proses dapat melibatkan usaha dari satu atau lebih orang atau kelompok berdasarkan pada persyaratan proyek.

3.      Quality Planning, Quality Assurance, Quality Control
Quality Planning
u  Berarti kemampuan untuk mengantisipasi situasi dan menyiapkan tindakan untuk membawa hasil yang diinginkan.
u  Penting untuk mencegah cacat dengan:
u  Memilih bahan yang tepat.
u  Pelatihan dan mengindoktrinasi orang-orang dalam kualitas.
u   Perencanaan proses yang menjamin hasil yang sesuai.
Quality Assurance
u  Jaminan kualitas mencakup semua kegiatan yang berkaitan dengan memenuhi standar kualitas yang relevan untuk sebuah proyek.
u  Tujuan lain dari jaminan kualitas adalah peningkatan mutu berkelanjutan.
u  Benchmarking menghasilkan ide untuk perbaikan kualitas dengan membandingkan praktek proyek tertentu atau karakteristik produk kepada mereka dari proyek-proyek lain atau produk di dalam atau di luar organisasi.
u  quality audit adalah tinjauan terstruktur kegiatan manajemen mutu spesifik yang membantu mengidentifikasi pelajaran yang dapat meningkatkan kinerja pada proyek-proyek yang sedang atau akan.
Quality Control
u  Output utama quality control adalah:
u  Acceptance decisions
u  Rework
u  Process adjustments

4.      Analisi Pareto dan Contoh Diagram
    Analisis Pareto adalah teknik statistik dalam pengambilan keputusan yang digunakan untuk pemilihan sejumlah tugas yang menghasilkan efek keseluruhan yang signifikan. Ia menggunakan Prinsip Pareto (juga dikenal sebagai aturan 80/20) gagasan bahwa dengan melakukan 20% dari pekerjaan Anda dapat menghasilkan 80% dari manfaat melakukan seluruh pekerjaan. Atau dalam hal peningkatan kualitas, mayoritas besar masalah (80%) diproduksi oleh beberapa penyebab utama (20%). Hal ini juga dikenal sebagai beberapa penting dan banyak sepele.
    Pada akhir 1940-an guru manajemen kualitas Joseph M. Juran menyatakan prinsip dan diberi nama setelah ekonom Italia Vilfredo Pareto, yang mengamati bahwa 80% dari pendapatan di Italia pergi ke 20% dari populasi. Pareto kemudian dilakukan survei pada sejumlah negara lain dan ditemukan untuk mengejutkan bahwa suatu distribusi yang serupa diterapkan.
Aturan 80/20 dapat diterapkan pada hampir semua hal:
·                     80% dari keluhan pelanggan timbul dari 20% dari produk atau jasa.
·                     80% dari keterlambatan dalam jadwal timbul dari 20% dari kemungkinan penyebab penundaan.
·                     20% dari produk atau jasa account untuk 80% dari keuntungan Anda.
·                     20% dari penjualan Anda force menghasilkan 80% dari pendapatan perusahaan Anda.
·                     20% dari cacat sistem menyebabkan 80% dari masalah.
   Prinsip Pareto memiliki banyak aplikasi dalam kontrol kualitas. Ini adalah dasar bagi diagram Pareto, salah satu alat utama yang digunakan dalam kontrol kualitas total dan Six Sigma.
  Dalam PMBOK memesan Pareto digunakan untuk memandu tindakan korektif dan membantu tim proyek mengambil tindakan untuk memperbaiki masalah yang menyebabkan jumlah terbesar cacat pertama.
Tujuh langkah untuk mengidentifikasi penyebab penting menggunakan Analisis Pareto [1]:
1. Formulir tabel daftar penyebab dan frekuensi mereka sebagai persentase
2. Mengatur baris dalam urutan penurunan pentingnya penyebab, yaitu penyebab paling penting pertama.
3. Tambahkan kolom persentase kumulatif ke meja.
4. Plot dengan penyebab pada x-axis dan persentase kumulatif pada sumbu-y.
5.  Bergabung dengan poin di atas untuk membentuk kurva.
6. Plot (pada grafik yang sama) grafik batang dengan penyebab pada x-axis dan persen frekuensi pada sumbu-y.
7. Menarik garis di 80% pada y-axis sejajar dengan sumbu-x. Kemudian turun garis pada titik persimpangan dengan kurva pada sumbu-x. Ini titik pada sumbu-x memisahkan penyebab penting pada penyebab kiri dan kurang penting di sebelah kanan.


     Ini adalah contoh sederhana diagram Pareto menggunakan data sampel menunjukkan frekuensi relatif dari penyebab kesalahan pada situs. Hal ini memungkinkan Anda untuk melihat apa yang 20% ​​dari kasus yang menyebabkan 80% dari masalah dan di mana upaya harus difokuskan untuk mencapai peningkatan terbesar.
     Nilai Prinsip Pareto untuk seorang manajer proyek adalah bahwa hal itu mengingatkan Anda untuk fokus pada 20% dari hal-hal penting. Dari hal-hal yang Anda lakukan selama proyek Anda, hanya 20% yang benar-benar penting. Mereka menghasilkan 80% 20% dari hasil Anda. Mengidentifikasi dan fokus pada hal-hal pertama, tetapi tidak benar-benar mengabaikan sisanya 80% penyebab.

5.      Sampel Statistik dan Standar Deviasi
Standar deviasi disebut juga simpangan baku.  Seperti halnya varians, standar deviasi juga merupakan suatu ukuran dispersi atau variasi.  Standar deviasi merupakan ukuran dispersi yang paling banyak dipakai.  Hal ini mungkin karena standar deviasi mempunyai satuan ukuran yang sama dengan satuan ukuran data asalnya.  Misalnya, bila satuan data asalnya adalah cm, maka satuan standar deviasinya juga cm.  Sebaliknya, varians memiliki satuan kuadrat dari data asalnya (misalnya cm2).  Simbol standar deviasi untuk populasi adalah σ (baca: sigma) dan untuk sampel adalah s.
Rumus untuk menghitung standar deviasi adalah sebagai berikut :


6.      Commonly Used Quality Factors
a. Tangibles / Bukti langsung
  Tangibles merupakan bukti nyata dari kepedulian dan perhatian yang diberikan oleh penyedia jasa kepada konsumen. Pentingnya dimensi tangibles ini akan menumbuhkan image penyedia jasa terutama bagi konsumen baru dalam mengevaluasi kualitas jasa. Perusahaan yang tidak memperhatikan fasilitas fisiknya akan menumbuhkan kebingungan atau bahkan merusak image perusahaan. 
b. Reliability / Keandalan
    Reliability atau keandalan merupakan kemampuan perusahaan untuk melaksanakan jasa sesuai dengan apa yang telah dijanjikan secara tepat waktu.Pentingnya dimensi ini adalah kepuasan konsumen akan menurun bila jasa yang diberikan tidak sesuai dengan yang dijanjikan. Jadi komponen atau unsur dimensi reliability ini merupakan kemampuan perusahaan dalam menyampaikan jasa secara tepat dan pembebanan biaya secara tepat.
c. Responsiveness / Ketanggapan
   Responsiveness atau daya tanggap merupakan kemampuan perusahaan yang dilakukan oleh langsung karyawan untuk memberikan pelayanan dengan cepat dan tanggap. Daya tanggap dapat menumbuhkan persepsi yang positif terhadap kualitas jasa yang diberikan. Termasuk didalamnya jika terjadi kegagalan atau keterlambatan dalam penyampaian jasa, pihak penyedia jasa berusaha memperbaiki atau meminimalkan kerugian konsumen dengan segera. Dimensi ini menekankan pada perhatian dan kecepatan karyawan yang terlibat
untuk menanggapi permintaan, pertanyaan, dan keluhan konsumen. Jadi komponen atau unsur dari dimensi ini terdiri dari kesigapan karyawan dalam melayani pelanggan, kecepatan karyawan dalam melayani pelanggan, dan penanganan keluhan pelanggan.
d. Assurance / Jaminan
  Assurance atau jaminan merupakan pengetahuan dan perilaku employee untuk membangun kepercayaan dan keyakinan pada diri konsumen dalam mengkonsumsi jasa yang ditawarkan. Dimensi ini sangat penting karena melibatkan persepsi konsumen terhadap resiko ketidakpastian yang tinggi terhadap kemampauan penyedia jasa. Perusahaan membangun kepercayaan dan kesetiaan konsumen melalui karyawan yang terlibat langsung menangani konsumen. Jadi komponen dari dimensi ini terdiri dari kompetensi karyawan
yang meliputi ketrampilan, pengetahuan yang dimiliki karyawan untuk melakukan pelayanan dan kredibilitas perusahaan yang meliputi hal-hal yang berhubungan dengan kepercayaan konsumen kepada perusahaan seperti, reputasi perusahaan, prestasi dan lain-lain
e. Emphaty / Empati
   Emphaty merupakan kemampuan perusahaan yang dilakukan langsung oleh karyawan untuk memberikan perhatian kepada konsumen secara individu, termasuk juga kepekaan akan kebutuhan konsumen. Jadi komponen dari dimensi ini merupakan gabungan dari akses (access) yaitu kemudahan untuk memanfaatkan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan, komunikasi merupakan kemampuan melakukan untuk menyampaikan informasi kepada konsumen atau memperoleh masukan dari konsumen dan pemahaman merupakan usaha untuk mengetahui dan memahami kebutuhan dan keinginan konsumen.

7.      Definisi Six Sigma, Six Sigma dan Project Management, Six Sigma dan statistic
Strategi penerapan six sigma yang diciptakan oleh DR. Mikel Harry dan Richard Schroeder disebut sebagai The Six Sigma Breakthrough Strategy. Strategi ini merupakan metode sistematis yang menggunakan pengumpulan data dan analisis statistik untuk menentukan sumber-sumber variasi dan cara-cara untuk menghilangkannya (Harry dan Scroeder, 2000).
Six sigma mempunyai 2 arti penting, yaitu:
u  Six sigma sebagai filosofi manajemen : Six sigma merupakan kegiatan yang dilakukan oleh semua anggota perusahaan yang menjadi budaya dan sesuai dengan visi dan misi perusahaan. Tujuannya meningkatkan efisiensi proses bisnis dan memuaskan keiginan pelanggan, sehingga meningkatkan nilai perusahaan.
u  Six sigma sebagai sistem pengukuran : Six sigma sesuai dengan arti sigma, yaitu distribusi atau penyebaran (variasi) dari rata-rata (mean) suatu proses atau prosedur. Six sigma diterapkan untuk memperkecil variasi (sigma).
Six sigma sebagai sistem pengukuran menggunakan Defect per Million Oppurtunities (DPMO) sebagai satuan pengukuran. DPMO merupakan ukuran yang baik bagi kualitas produk ataupun proses, sebab berkorelasi langsung dengan cacat, biaya dan waktu yang terbuang. Dengan menggunakan tabel konversi ppm dan sigma pada lampiran, akan dapat diketahui tingkat sigma.

8.      Quality Control Charts and the Seven Run Rule
Sebuah grafik kontrol adalah tampilan grafik data yang menggambarkan hasil dari sebuah proses dari waktu ke waktu. Penggunaan utama dari diagram kontrol adalah untuk mencegah cacat, bukan untuk mendeteksi atau menolak mereka. Diagram kontrol kualitas memungkinkan Anda untuk menentukan apakah proses berada dalam kontrol atau di luar kendali. Ketika sebuah proses yang memegang kendali, setiap variasi dalam hasil proses diciptakan oleh peristiwa acak, proses yang ada dalam kontrol tidak perlu disesuaikan.
Ketika sebuah proses berada di luar kendali, variasi dalam hasil proses disebabkan oleh kejadian non-acak, Anda harus mengidentifikasi penyebab peristiwa-peristiwa non-acak dan menyesuaikan proses untuk memperbaiki atau menghilangkan mereka.
Seven Run Rules menyatakan bahwa jika tujuh titik data berturut-turut semuanya berada di bawah rata-rata, di atas rata-rata, atau semua meningkat atau menurun, maka proses harus diperiksa untuk masalah non-acak.

9.      Modern Quality Management dan Quality Experts
·                     Membutuhkan kepuasan pelanggan.
·                     Lebih suka pencegahan untuk inspeksi.
·                     Mengenali tanggung jawab manajemen untuk kualitas.
Ahli kualitas perlu diperhatikan termasuk Deming, Juran, Crosby, Ishikawa, Taguchi, dan Feigenbaum. Quality Expert. Deming terkenal untuk karyanya dalam membangun kembali Jepang dan 14 nya Poin untuk Manajemen. Juran menulis Quality Control Handbook dan sepuluh langkah untuk peningkatan kualitas. Crosby menulis Quality is Free dan menyarankan bahwa organisasi berusaha untuk nol cacat. Ishikawa mengembangkan konsep lingkaran kualitas dan diagram tulang ikan. Taguchi mengembangkan metode untuk mengoptimalkan proses eksperimentasi rekayasa.
Feigenbaum mengembangkan konsep kontrol kualitas total.

10.  Malcolm Balridge Award and ISO 9000
Malcolm Baldrige Award (MBNQA) adalah sejenis penghargaan tahunan yang diberikan oleh pemerintah Amerika Serikat (melalui Department of Commerce) kepada setiap organisasi di negara USA – baik profit dan non profit – yang dianggap mencapai kinerja yang unggul. Nama Malcolm Baldrige sendiri diambil dari nama mantan Menteri Perdagangan AS yang menginisiasi kegiatan penghargaan ini. Banyak negara di berbagai belahan dunia yang mengadopsi pendekatan dan kriteria yang digunakan oleh Komite Malcolm Baldrige untuk mengukur keunggulan kinerja.
ISO 9000 adalah kumpulan standar internasional untuk sistem manajemen kualitas. ISO 9000 diawasi oleh ISO, yaitu sebuah organisasi internasional di bidang standarisasi, dan dikelola oleh badan-badan akreditasi dan sertifikasi. Standar ISO 9000 bukanlah suatu standar yang berkaitan dengan hal-hal teknis perusahaan dan juga tidak bersifat khusus terhadap suatu produk, industry / teknologi tertentu, akan tetapi lebih berdasrkan pada kemampuan dari suatu system menejemen mutu perusahaan.
  

11.  Improving Information Technology Project Quality
Beberapa saran untuk meningkatkan kualitas proyek TI meliputi:
·                     Membangun kepemimpinan yang mempromosikan kualitas.
·                     Memahami biaya kualitas.
·                     Fokus pada pengaruh organisasi dan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas kerja.
·                     ikuti model kedewasaan.

12.  Biaya Kualitas
Biaya Kualitas 
Biaya kualitas adalah biaya yang muncul karena adanya aktivitas kualitas yang muncul karena rendahnya kualaitas produk yang dihasilkan oleh perusahaan atau kemungkinan adanya kualitas produk yang rendah. Aktivtas kualitas yang dilakukan perusahaan diklasifikasikan menjadi 2 jenis yaitu:

1. Aktivitas pengendalian yang merupakan aktivitas untuk mencegah atau mendeteksi terjadinya produk yang kurang baik
2. Aktivitas karena kegagalan yang merupakan aktivitas yang dilakukan perusahaan untuk merespon adanya produk yang kualitasnya rendah.

Biaya kualitas terdiri dari 4 jenis biaya yaitu:
1. Prevention cost atau biaya pencegahan adalah biaya yang terjadi dalam upaya mencegah adanya produk dengan kualits tidak baik.
2. Apprisial cost atau biaya pengukuran adalah biaya yang terjadi untuk menentukan suatau produk memenuhi karakteristik yang ditetapkan atau sesuai dengan permintaan konsumen.
3. Internal failure cost atau biaya kegagalan internal adalah biaya atau kerugian ang terjadi karena produk tidak memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan dan produk belum sampai konsumen
4. External failure cost atau biaya kegagalan eksternal adalah biaya atau kerugian yang terjadi karena produk tidak memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan dan produk sudah sampai konsumen.


Pengukuran Biaya Kualitas
Biaya kualitas dapat diklasifikasikan menjadi 2 jenis biaya yaitu:
• Observable quality cost yaitu bioaya kualita yang dapat diketahui jumlahnya dari catatan yang terdapat dalam system akuntansi yang digunakan perusahaan
• Hidden quality cost adalah merupakan biaya atau krugian yang muncul karena rendahnya kualitas tetapi jumlah biaya ini tidak dapat diketahui dari catatan akuntansi perusahaan.

Jumlah biaya kualitas merupakan penjumlahan baik Observable quality cost maupun Hidden quality cost. Untuk menentukan jumlah hidden quality cost diperlukan estimasi. Estimasi dapat dilakukan dengan cara berikut:
• Multiplier method,penentuan hidden quality cost dengan cara yang sangat sederhana yaitu dengan mengamsumsikan bahwa total biaya kegagalan eksternal adalah biaya eksternal yang dapat diukur dikalikan dengan multiplier tertentu.
• Market Researsh method,penentuan hidden quality cost dengan melakukan penelitian pasar.
• Taguchi Quality loss Function,penentuan hidden quality cost dengan mengasumsikan bahwa fungsi biaya kualitas adalah merupakan fungsi kuadrat.

Pelaporan Biaya Kualitas
Biaya kualitas perlu dilaporkan agar dapat membantu manajemen dalam meningkatkan perencanaan,pengendalian ,serta pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kualitas. Terdapat 2 cara pelaporan biaya kualitas yaitu dengan Quality cost report serta Analisis.
Quality cost report(laporan biaya kualitas)
Lapora ini menyajikan informasi biaya kualits dengan cara menentukan setiap elemen biaya kualitas dalam%terhadap penjualan. Untuk menentukan posisi optimum ada 2 pendekatan yang dapat digunakan yaitu pendekatan yang dapat digunakan yaitu pendekatan konvensional dan pendekatan kontemporer.

Fungsi Biaya Kualitas.
Terdapat 2 pandangan tentang fungsi biaya kualitas yaitu pandangan tradisional serta pendanga kontemporer.
• Pendekatan konvensionla, mendasarkan pada anggaran adanya “trae off” pada biaya kualitas yaitu antara biay pengendalian dan biaya kegagalan
• Pendekatan Kontemporer, pendekatan kontemporer tidak mengenal batas toleransi tingkat kerusakan yang masih dapat diterima(AQL). Pendekatan ini menggunakan tingkat kerusakan 0. Pendekatan kontemporer tidak menganggap adanya trade off anatara biaya pengendalian dan kegagalan. Terdapat 3 perbedaan mendasar terhadap biaya kualitas optimal dari sudut pandang kontemporer dari sudut pandang konvensional. Perbedaan yang pertama adalah bahwa menurut pandangan kontemporer, biaya pengendalian tidak akan meningkat tanpa batas pada saatmendekati tingkat kerusakan 0. Perbedaan yang kedua adalah bahwa biaya pengendalian kualitas akan meningkat tetapi kemudian menurun pada saat mendekati tingkat kerusakan 0. Perbedaan yang ketiga adalah biaya kegagalan dapat ditekan sampai mendekati 0.


John F Woodward , Project Construction Management , Thomas Telford London, 1997
Wearne, Control of Engineering Project, Thomas Telford , London , 1997
Sistem dan Teknologi Konstruksi, Ir Herry Vaza . Kepala Bidang Rencana Dan Evaluasi.




Senin, 02 Mei 2016

Bahasa Inggris Bisnis 1

1.     Subject, Verb, Compliment and Modifier

Subject adalah noun, pronoun, adjective, atau konstruksi lain (berperan sebagai noun atau adjective) yang mengikuti verbs of being atau linking verb serta berfungsi menerangkan atau merujuk subjek kalimat. Subject complement terbagi menjadi tiga yaitu: predicate adjective (subjek dihubungkan dengan adjective), predicate noun (subjek dihubungkan dengan noun), dan predicate pronoun (subjek dihubungkan dengan pronoun).
Verb atau yang biasa kita kenal dengan kata kerja adalah suatu kata yang berfungsi untuk menunjukkan tindakan dari subject serta menunjukkan peristiwa atau keadaan. Verb merupakan satu dari delapan part of speech. Kata kerja bahasa Inggris ini tidak selalu berbentuk simple (satu kata), melainkan mungkin berupa frasa hasil kombinasi dengan particle ~ phrasalverb (get in, make up, read over).
Complement adalah noun, pronoun, adjective atau konstruksi lain yang berakting seperti noun atau adjective yang berfungsi mendeskripsikan atau merujuk kepada direct object (DO).  Hanya transitive verb yang dapat memiliki object complement. Selain dengan menerangkan object of verb, objek ini juga dapat mengikuti object of preposition.
Modifier adalah kata, phrase, atau clause yang berfungsi sebagai adjective atau adverb yang menerangkan kata atau kelompok kata lain.
example :
Subject
Ø  Mr. Mamat was a great headmaster.
Ø  These are yours.
Ø  The noodle tasted delicious
Ø  My favorite activities are shopping and traveling.
Ø  His dream is to win.
Verb
Ø  The boy kicked the ball
Ø  Cheryl often sneezes while cleaning
Ø  She is young and beautiful
Ø  I had my house renovated last week
Ø  My boss paid me two thousand dollars.
Complement 
Ø  The naughty boys called Rezky madman to make him angry.
Ø  I found the question easy.
Ø  He drives me crazy.
Ø  He discovered that creating a website is quite easy.
Ø  She wanted to go.
Modifier
Ø  That lady is very beautiful.
Ø  She found a letter put on my bag.
Ø  She swims so beautifully.
Ø  The book that he has read is very interesting.
Ø  When you went to the grocery, he came.

2.     Verb Phrases and Tenses
Verb phrase berdasarkan traditional grammar adalah kelompok kata berupa main verb (kata kerja utama( dan auxiliary verb (kata kerja bantu), sedangkan berdasarkan generative grammar adalah predicate — main verb beserta seluruh elemen yang melengkapinya: auxiliary verb,complement (objek kalimat), dan/atau modifier, namun tidak termasuk subjek kalimat.
Verb Phrase
Traditional Grammar
main verb
Generative Grammar
+/- auxiliary verb + main verb +/- complement +/- modifier
Keterangan:
§  Complement (objek kalimat)  dibutuhkan jika kata kerja utama berupa transitive verb.
§  Modifier dapat berupa adjectiveadverb, atau konstruksi lain yang berfungsi seperti salah satu dari part of speech tersebut.

TENSES
1.  Simple Present Tense
Simple Present Tense digunakan untuk menyatakan sesuatu hal yang terus-menerus dilakukan, kegiatan sehari-hari, dan juga untuk menyatakan atau menyebutkan suatu fakta atau kebenaran umum. Dalam Simple Present Tense, kata kerja (verb) yang digunakan adalah kata kerja (verb) bentuk awal.
Rumus dan Contoh Kalimat Simple Present Tense
Mengekspresikan kalimat Simple Present Tense yang menggunakan kata kerja (VERB)
(+) Subject + Verb 1 + Object
(-)  Subject + DON’T / DOESN’T + Verb 1 + Object
(?) DO / DOES + Subject + Verb 1 + Object?
(?) Question Word + DO/ DOES + Subject + Verb 1?

2. Present Continuous Tense
Tense ini digunakan untuk menyebut perubahan bentuk kata kerja berdasarkan waktu terjadinya. Dalam pengertian Present Continuous Tense merupakan tense bentuk yang menunjuk pada tindakan yang sedang berlangsung sekarang atau ketika pembicaraan itu sedang berlangsung. Jadi tindakan itu sudah dimulai, dan belum berakhir ketika pembicaraan itu berlangsung. Selain itu, tense ini juga bisa digunakan untuk bentuk tindakan yang berlangsung hanya untuk jangka waktu yang singkat. Kita juga bisa menggunakan tense ini untuk membicarakan suatu perubahan atau perkembangan yang sedang berlangsung dalam rentang waktu yang lama. Selain itu, tense ini juga bisa dipakai untuk menyebut suatu tindakan yang akan di dilakukan di masa depan (perencanaan). Umumnya, tense ini juga biasa disebut Present Progressive Tense.
Berikut rumus present continuous tense untuk membuat kalimat-kalimat
1. Positif:
subject + to be (am, is, are) + Verb – ing + object
Contoh : I am watching TV now
2. Negatif :
subject + to be + not + verb – ing + object
Contoh : Mr. Khanafi is not going to Jakarta atau
Mr. Khanafi isn’t going to Jakarta
3.Tanya :
to be + subject + verb – ing + object
Is Mrs. Annisa cooking in the kitchen ?

3. Present Perfect Tense
Present Perfect Tense menekankan pada PERFECT nya itu. Perfect kan artinya “sempurna”. Bukan sempurna karena cantik seperti Gita Gutawa, tetapi sempurna yang berarti “selesai, sudah, beres, baru saja usai, dsb”. Jadi, kalau Anda menekankan pada “SUDAH” nya itu maka gunakanlah Present Perfect Tense ini. Contoh yang paling mengena misalnya: Dia baru saja pergi (She has just gone).
Rumusnya Present Perfect Tense begini:
Positif: S + have/has + V3
Negatif: S + have/sas Not + V3
Tanya:   Have/has + S + V3
Nah, setelah Subject (S) maka pakai “have” atau “has” sesuai pasangannya. Have dalam konteks ini artinya adalah: sudah, telah, barusan. Yang aneh dalam bahasa inggris Have + ES bukan Haves tetapi HAS. Jadi pasangannya begini:
He, She, It, John, Merry, Mufli : Has
You, We, They, Ellen and Budi: Have

4. Present Perfect Continuous
Present perfect continuous tense digunakan untuk menyatakan tindakan atau peristiwa yang sudah mulai terjadi pada waktu lampau dan masih sedang berlangsung sampai sekarang.
Pola kalimat:
(+) S + have/has + been + V-ing
(-) S + have/has + not + been + V-ing
(?) Have/has + S + been + V-ing

5. Simple Past Tense
Simple past tense adalah suatu bentuk kata kerja sederhana untuk menunjukkan bahwa suatu peristiwa/ kejadian yang dilakukan pada masa lampau dan diketahui pula waktu terjadinya peristiwa atau kejadian tersebut.
Rumus simple pas tense
Rumus simple past tense ada 2, yaitu rumus simple past tense (verbal) dan (nominal);
1. Verbal
(+) S + Verb-2 + O + adverb
(- ) S + did + not + Verb-1 + O + adverb
(?) Did + S + Verb-1 + O + adverb ?
2. Nominal
(+) S + tobe-2 (was/ were) + Complement (adjective/ noun (pronoun)/ adverb )
(- ) S + tobe-2 (was/ were) + not + Complement (adjective/ noun (pronoun)/ adverb )
(?) Tobe-2 (was/ were) + S + Complement (adjective/ noun (pronoun)/ adverb ) ?

3.     Problem Vocabulary and Prepositons
Definisi : Preposisi adalah kelas kata yang menunjukkan hubungan antara kata benda , kata ganti dan kata-kata lain dalam kalimat . Paling sering mereka datang sebelum kata benda . Mereka tidak pernah mengubah bentuk mereka , terlepas dari dll kasus , jenis kelamin kata mereka mengacu pada .
Prepositions typically come before a noun:
For example:
* after class
* at home
* before Tuesday
* in London
* on fire
* with pleasure

A preposition usually indicates the temporal, spatial or logical relationship of its object to the rest of the sentence.
For example:
* The book is on the table.
* The book is beside the table.
* She read the book during class.
In each of the preceding sentences, a preposition locates the noun "book" in space or in time. 
Prepositions are classified as simple or compound.

Simple prepositions
Simple prepositions are single word prepositions. These are all showed above.
For example:
* The book is on the table.

Compound prepositions
Compound prepositions are more than one word. in between and because of are prepositions made up of two words - in front of, on behalf of are prepositions made up of three words.
For example:
* The book is in between War and Peace and The Lord of the Rings.
* The book is in front of the clock.
Examples:
* The children climbed the mountain without fear.
* There was rejoicing throughout the land when the government was defeated.
* The spider crawled slowly along the banister.


4.     Form and Style of  Business Letter

Full Block.
Full block style is a letter format in which all text is justified to the left margin. In block letter style, standard punctuation is placed after salutations and in other headings. Open punctuation, however, refers to a modification of style where all nonessential punctuation is omitted. A few key factors will help you understand block style format and the difference that open punctuation makes.

  1. Return Address:  If your stationery has a letterhead, skip this. Otherwise, type your name, address and optionally, phone number. These days, it’s common to also include an email address. 2. Date: Type the date of your letter two to six lines below the letterhead. Three are standard. If there is no letterhead, type it where shown.
 3. Reference Line: If the recipient specifically requests information, such as a job reference or invoice number, type it on one or two lines, immediately below the Date.
 4. Special Mailing Notations: Type in all uppercase characters, if appropriate.
5. On-Arrival Notations: Type in all uppercase characters, if appropriate. You might want to include a notation on private correspondence.
 6. Inside Address:  Type the name and address of the person and/or company to whom you’re sending the letter, three to eight lines below the last component you typed. Four lines are standard.
 7. Attention Line: Type the name of the person to whom you’re sending the letter.
 8. Salutation: Type the recipient’s name here. Type Mr. or Ms. [Last Name] to show respect, but don’t guess spelling or gender.
 9. Subject Line: Type the gist of your letter in all uppercase characters, either flush left or centered. Be concise on one line.
 10. Body: Type two spaces between sentences. Keep it brief and to the point.
11. Complimentary Close: What you type here depends on the tone and degree of formality.
12. Signature Block: Leave four blank lines after the Complimentary Close to sign your name. Sign your name exactly as you type it below your signature. Title is optional depending on relevancy and degree of formality.
 13. Identification Initials: If someone typed the letter for you, he or she would typically include three of your initials in all uppercase characters, then two of his or hers in all lowercase characters.
14.  Enclosure Notation: This line tells the reader to look in the envelope for more. Type the singular for only one enclosure, plural for more.
15. cc: Stands for courtesy copies (formerly carbon copies). List the names of people to whom you distribute copies, in alphabetical order.

Semi-block style
Semi-blok fromat: in a format this text parallel left and all paragraphs in the letter is indented. Format shape on this letter on letter head, date, complementary a close, and signature being in a position flattened right. In the layout uneven right, but can dibilangg flattened middle. Other parts on a letter as inside address, subject, salutation, body of letter, and enclosure if terdapatnya attachment letter,Being flattened on the left.
Sample Form Letter Semi Block Style :

Description:
1.Kop Letter
2. Date of preparation of letters
3. Letter No.
4. attachment
5. case
6. The letter addressed
7. a word of salutation
8a. Introduction letter
8b. Explanation letter
8c. The cover letter
9. Greetings Closing
10. Name of office
11. signature
12. Names to approach
13. copy
14. Attachment page letter / initials

Simplified-style
Simplified-style business letters contain all the same elements as the full-block and semi-block letters. Like the full-block format, the simplified format left-justifies every line except for the company logo or letterhead. The date line is either slightly right of center or flush with the center of the page. Letters written in the simplified format have fewer internal sections, such as the body, salutation and date line.
Using the simplified style is the most useful at times when you don’t have a recipient’s contact name. Because the simplified style does not require a salutation, you don’t need the person’s name. The simplified format does away with unneeded formality while maintaining a professional approach.

Hanging-Indented Style
This very useful style places the first words of each paragraph prominently on the page. It is useful for letters that deal with a variety of different topics. However, for normal business communications, this style is very rarely used. The first line of the paragraph begins at the left-hand margin. And the other lines of the same paragraph are indented three to four spaces. This is the reversal of semi-indented style discussed in other page.



5.     Subject-Verb Agreement & Vocabulary and Reading

Subject-verb agreement adalah persesuaian antara verb (kata kerja) dengan subject kalimat dalam hal number, yaitu: singular (tunggal) atau plural (jamak).
Subjek dapat berupa noun (kata benda), pronoun (kata ganti), atau konstruksi lain yang berakting sebagai noun, seperti gerund dan infinitive. Pada dasarnya, singular subject (subjek tunggal) menggunakan singular verb (kata kerja tunggal), sedangkan plural subject (subjek jamak) menggunakan plural verb (kata kerja jamak).
Subject-Verb Agreement
Secara umum pada bentuk present tense, singular verb berupa base form (bentuk dasar) dariverb dengan ditambahkan ending (akhiran) -s. Adapun pada plural verb tanpa ditambahkanending -s (sebaliknya, plural subject ditambahkan ending -s). Aturan kata kerja ini berlaku pula pada subjek berupa third person (orang ketiga, contoh: Ricky, Anna) dan semua personal pronoun (they, we= jamak; he, she, it= tunggal), kecuali I dan you. Walaupun berupa subjek tunggal, I dan you dipasangkan dengan kata kerja bentuk jamak (tidak termasuk verb “be” (was, am) pada “I”).

No
Contoh Kalimat Subject-Verb Agreement
1
The sun rises. (Matahari terbit.)
2
The stars shine. (Bintang bersinar.)
3
Leo rarely eats white bread. (Leo jarang makan roti putih.)
4
You go straight ahead then turn left.
(Kamu jalan lurus ke depan lalu belok kiri.)

6.     Arranging a Business Meeting
Meeting  memberikan Anda dan rekan bisnis Anda kesempatan untuk memperkuat hubungan kerja , bertukar pikiran dan memecahkan masalah . Namun, pengaturan pertemuan tidak selalu sesederhana mengirim e -mail dengan permintaan untuk bertemu . Ada logistik yang terjadi di balik layar untuk memastikan orang muncul di tempat yang tepat , pada waktu dan dengan ide-ide yang tepat .
 
Mengungkapkan Tujuan
Hal pertama yang perlu dipertimbangkan ketika mengatur pertemuan bisnis mengapa harus terjadi. Beberapa pertemuan fokus pada tim-bangunan dan membuat perusahaan Anda tempat yang lebih menarik. Lainnya mendukung perencanaan atau pelaksanaan proyek jangka panjang, atau menyampaikan berita dari promosi. Pertemuan yang informal, pendek atau memiliki peserta lebih sedikit cenderung membutuhkan agenda. Ketika Anda perlu sebuah agenda, termasuk judul pertemuan, tanggal, peserta dan tujuan keseluruhan di bagian atas dokumen Anda. Ikuti dengan topik utama diskusi - termasuk perkenalan dan langkah-langkah selanjutnya yang diperlukan.
 
Tentukan Peserta
Pilih peserta untuk pertemuan yang berada di lingkaran langsung ketika datang ke informasi yang akan dikomunikasikan atau keputusan yang harus dibuat. Ada aspek teknis untuk yang Anda undang, tetapi ada juga "rasa" Anda ingin membuat. Idealnya, peserta rapat bersemangat untuk belajar dan berbagi - hormat memberikan ide sebanyak yang mereka ambil. Individu yang membuat keputusan penting harus menerima semua informasi dan bersedia untuk berinvestasi dalam hasil terbaik. Hindari mengundang lebih dari delapan peserta untuk mempertahankan aliran yang baik dan struktur. Seorang moderator membantu menjaga pertemuan Anda di jalur.




7.     Making a General Business
Membuat General Business bertanggung jawab untuk mengajar kursus bisnis umum diperlukan dari Lebow mahasiswa . Kursus ini mencakup Yayasan Bisnis I dan II dan Business Consulting . Departemen ini juga menawarkan kursus seminar kewirausahaan sosial , pengambilan keputusan dan kepemimpinan . instruktur Umum Bisnis departemen akan memperkenalkan Anda kepada semua bidang fungsional bisnis , aspek kuantitatif pengambilan keputusan dan faktor perilaku umum untuk semua struktur organisasi .

8.     Pronouns
Personal pronouns adalah kata ganti untuk orang, binatang, tempat, atau sesuatu benda. Dalam kalimat, personal pronouns dapat digunakan sebagai subjek (the subject of a verb) maupun objek (the object of a verb)
Subject Pronouns
Personal pronouns yang digunakan sebagai subjek kata kerja adalah I, you, he, she, it, we,dan they. Perhatikan contoh kalimat berikut ini:
Lisa likes cats. She has four cats.
Pada kalimat pertama, Lisa (proper noun) adalah subjek kalimat atau subjek kata kerja likes. Sedangkan pada kalimat kedua, she adalah subjek kalimat dan sebagai kata ganti untuk Lisa.
Beberapa contoh personal pronouns sebagai subjek:
- My name is Michael. am fourteen.
- My father works hard. He works in a factory.
- My sister is older than me. She is twelve.
- Our dog is very naughty. It likes to chase cats.
- Bob, you are a bad boy!
- David and I are playing football. We like sports.
- Jim and Jeff are my brothers. They are older than I am.

Object Pronouns
Personal pronouns yang digunakan sebagai objek kata kerja adalah me, you, him, her, it, usdan them. Perhatikan contoh kalimat berikut ini:
- Lisa likes cats. She likes to stroke them.
Pada kalimat pertama, cats adalah objek kalimat atau objek kata kerja likes. Sedangkan pada kalimat kedua, them adalah objek kalimat dan sebagai kata ganti untuk cats.

Beberapa contoh personal pronouns sebagai objek:
- I’m doing my homework. Dad is helping me.
- Goodbye, children! I’ll call you later.
- Where is John? I need to speak to him.
- Miss Garcia is very nice. All the children like her.
- The car is very dirty. Mom is cleaning it.
- Uncle Harry called Mary to ask her a question.
- My chocolates are all gone. Someone has eaten them.
Dalam tata bahasa Inggris, pembicara atau orang yang berbicara disebut dengan orang pertama (first person), sedangkan yang diajak berbicara adalah orang kedua (second person), dan orang yang dibicarakan disebut sebagai orang ketiga (third person).
Berikut ini adalah tabel kata ganti untuk orang pertama (first person), kedua (second person), dan ketiga (third person).
subject
object
first person singular
I
me
second person singular
you
you
third person singular
he
him
she
her
it
it
first person plural
we
us
second person plural
you
you
third person plural
they
them


9.     Verb as Complement & Vocabulary and reading
Complement adalah kata atau kelompok kata yang melengkapi makna dari subject, verb, atau object. Dengan demikian, ada tiga macam complement, yaitu: subject, verb, danobject complement.
·         Subject Complement
Pengertian Subject Complement
Subject complement adalah noun, pronoun, adjective, atau konstruksi lain (berperan sebagai noun atau adjective) yang mengikuti verbs of being atau linking verb serta berfungsi menerangkan atau merujuk subjek kalimat.
Subject complement terbagi menjadi tiga yaitu: predicate adjective (subjek dihubungkan dengan adjective), predicate noun (subjek dihubungkan dengan noun), dan predicate pronoun (subjek dihubungkan dengan pronoun).
Contoh Subject Complement [SC= bold, linking verb= italic]
Contoh Kalimat Subject Complement
Keterangan
Mr. Mamat was a great headmaster.
(Mr. Mamat adalah kepala sekolah yang hebat.)
headmaster (predicate noun)= menerangkan subjek (Mr. Mamat);
a, great= modifier yang menerangkan headmaster;
a great headmaster= noun phrase
That lady is very beautiful.
(Wanita itu sangat cantik.)
beautiful (predicate adjective)= menerangkan subjek (lady);
very = modifier yang menerangkan beautiful;
that lady= noun phrase
These are yours.
(Ini milikmu.)
yours (predicate pronoun)= menerangkan subjek (this);
these= demonstrative pronoun
The noodle tasted delicious.
(Mie tsb terasa lezat.)
delicious (predicate adjective)= menerangkan subjek (noodle);
the noodle= noun phrase
My favorite activities are shoppingand traveling.
(Aktivitas favoritku adalah belanja dan jalan-jalan.)
shopping, traveling (gerund)= menerangkan subjek (activity);
my favorite activity= noun phrase
His dream is to win a cooking contest.
(Impiannya adalah menang kontes masak.)
to win a cooking contest (infinitive)= menerangkan subjek (dream);
his dream= noun phrase

·         Verb Complement
Verb complement adalah direct object atau indirect object dari suatu action verb. Objek-objek tersebut dapat berupa noun, pronoun, atau konstruksi lain yang berakting seperti noun, seperti: gerund, infinitive, dan noun clause.
Contoh Verb Complement [DO= bold; IO= italic]:
Contoh Kalimat Verb Complement
Direct Object
Indirect Object
My boss paid me two thousand dollars.
(Bosku membayarku dua ribu dollar.)
noun phrase
pronoun
I love swimming.
(Aku suka berenang.)
gerund
She wanted to go.
(Dia ingin pergi.)
infinitive
He discovered that creating a website is quite easy.
(Dia mendapati bahwa membuat sebuah website cukup mudah.)
noun clause


10.                      Making a General Business
Etika tidak hanya ditampilkan dalam tingkah-laku maupun sikap, melainkan tata cara administratif maupun surat menyurat utamanya untuk surat-surat resmi.  Sebuah perusahaan besar maupun bonafid, akan senantiasa melakukan hubungan dan komunikasi yang baik terhadap karyawan atau bahkan terhadap calon karyawannya. Hal ini dilakukan dalam menjaga pencitraan nama baik perusahaan itu sendiri. Kebiasaan baik ini bisa ditunjukan dalam proses lamaran kerja, dimana tetap dilakukannya komunikasi kepada para pelamar yang tidak lulus seleksi atau tidak memenuhi kualifikasi perusahaan.
Melalui kebiasaan inilah, maka kredibilitas akan perusahaan yang memiliki sistem administrasi serta manajemen yang sehat akan senantiasa terpelihara. Menyiapkan surat penolakan lamaran kerja yang baik, setidaknya perusahaan berempati sebagai bentuk balasan serta apresiasi atas usaha yang ditunjukan para pelamar kerja selama ini. Lamaran kerja merupakan proses yang tidak dapat dilihat dari satu sisi, melainkan suatu proses yang boleh dikatakan hubungan yang saling menguntungkan. Hanya saja dengan ketersediaan posisi yang terbatas tidak sebanding dengan besarnya peminat, maka perusahaan pun mengeluarkan kebijakan yaitu melakukan seleksi internal agar semua memiliki kesempatan yang sama, baik mulai tahap penyeleksian dokumen hingga seleksi akhir wawancara kerja.